fbpx

Blog

News & Updates

Sekolah untuk anak – Mendekati dimulainya tahun ajaran baru, banyak orang tua yang kebingungan dalam usaha memilihkan sekolah yang terbaik untuk anaknya. Selain karena banyaknya sekolah yang berlomba menawarkan berbagai program unggulannya, faktor biaya juga menjadi salah satu pertimbangannya. Namun tahukah anda bahwa ada beberapa hal yang patut dijadikan pertimbangan utama dalam memilih sekolah untuk anak.

Pertama, penting sekali bagi orang tua memilihkan anaknya di sekolah yang berlandaskan syariat Islam, dikarenakan tujuan tertinggi para orang tua dalam mendidik anaknya adalah menjadikannya anak yang soleh dan solehah. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan pemahaman yang mumpuni akan syariat Islam.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين (رواه البخاري)
”Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka Dia akan memberikan pemahaman tentang dien (agama) kepadanya .”
(HR. Imam al-Bukhari, dalam kitabul ‘Ilmi bab Man Yuridillahu bihi Khairan Yufaqqihhu fid Diin, no. 71 dan riwayat Imam Muslim, kitabuz Zakat, Bab an-Nahyu ‘anil Mas’alah, no. 1037)

Kedua, di jaman yang penuh dengan fitnah, sangat penting untuk membentengi anak kita dari bahaya pergaulan bebas. Salah satu upaya yang dapat kita tempuh adalah memilih sekolah yang memisahkan siswa laki-laki dan perempuan di kelas yang berbeda. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahullah- berkata : “Sesungguhnya tidak boleh bagi setiap orang laki-laki dan perempuan untuk belajar di sekolah-sekolah yang terjadi iktilath didalamnya, disebabkan karena bahaya yang besar yang akan mengancam kesucian dan akhlak mereka. Tidak ada keraguan bahwa orang yang bagaimana pun sucinya dan mempunyai akhlak yang tinggi, bagaimana jika disamping tempat duduknya ada perempuan, terlebih lagi bila perempuan itu cantik lalu menampakkan kecantikannya maka sangatlah sedikit yang bisa selamat dari fitnah dan kerusakan. Oleh karena itu segala yang membawa kepada kerusakan dan fitnah adalah haram.” (Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath, hal. 23)

Senada dengan pernyataan di atas, beberapa ulama kibar pun juga angkat bicara. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah ketika memberikan fatwa dalam permasalahan di atas beliau menyatakan, “Duduknya siswa dan siswi secara bersama-sama di bangku sekolah termasuk sebab terbesar terjadinya fitnah dan sebab ditinggalkannya hijab yang Allah subhanahu wa ta’ala syariatkan kepada kaum mukminat. Juga merupakan sebab dilanggarnya larangan-Nya kepada kaum mukminat untuk menampakkan perhiasan mereka di hadapan selain pihak-pihak yang disebutkan dalam surat an-Nur.”

Asy Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhaly, salah seorang ulama kibar dari Saudi, beliau pernah membacakan sebuah pertanyaan sekaligus menjawabnya.
“Ini ada sebuah pertanyaan, disebutkan didalamnya. Aku mencintaimu karena Allah, (Syaikh menjawab Ahabbakallahul ladzi ahbabtani fiih).
Apakah boleh memasukkan anak perempuan yang berumur lebih sembilan (9) tahun belajar di sekolah yang dicampur antara laki-laki dan perempuan???.
Perlu diketahui bahwa di daerah kami tidak ada sekolah yang memisahkan antara putra dan putri.
Maka Syaikh menjawab :
”Saya katakan kepadanya, Tidak Boleh! Keselamatan Modal Utama itu lebih penting dibanding keuntungan yang ingin diperoleh.

Seorang anak perempuan bila sudah mencapai usia sembilan (9) tahun, maka seharusnya bagi Si Wali untuk mendidiknya berhijab, berhias dengan sifat malu dan menjaga kehormatan diri. Bila tidak didapatkan (tempat belajar khusus wanita), hendaknya Dia (Ayah/Wali) beserta Ibunya belajar di rumah. Ia ajarkan kitabullah dan ia ajarkan ilmu yang bermanfaat, dan ini lebih bermanfaat di sisi Allah Insya Allah.

Dengan itu terjagalah keselamatan dirinya, penjagaan atas kehormatan, dan menjauhkannya dari tempat-tempat yang buruk. Bisa jadi hal-hal buruk tadi justru menimpamu sehingga engkau akan menyesal seumur hidup. Kemudian engkau sangat menyesalinya, lalu berangan-angan seandainya aku dahulu berada dibawah tanah.
Tidak boleh seseorang bermudah-mudahan dalam permasalahan ini.

Iya, dalam kondisi wanita itu berbeda-beda. Sebagian wanita diusia sembilan (9) tahun sudah tampak “kedewasaannya”, sempurna seperti wanita dewasa meskipun belum datang haidhnya, dan sudah sangat dekat dengan masa balighnya (ihtilam). Sebagian wanita ada yang sudah haidh di usia dua belas (12) tahun, sebelas (11) tahun, tiga belas (13) tahun atau kurang lebih dari itu, bukankah demikian realitanya?.

Sehingga usia wanita sembilan (9) tahun itu sudah sangat dekat dengan masa balighnya (ihtilam). Terlebih lagi wanita yang sudah tampak kedewasaannya, yaitu pada bagian tubuhnya, dan sifat kedewasaan lainnya.
Maka yang seharusnya bagimu wahai Saudara Muslim, agar engkau bertaqwa kepada Allah didalam menjaga putrimu. Dia merupakan Amanah yang ada di pundakmu.

Semoga Allah senantiasa memudahkan dan memberi petunjuk kepada para orang tua dalam memilihkan sekolah yang terbaik untuk anaknya.

Baarokallaahu fiikum

Akhukum,
Abu Shofia

Info tentang sekolah quran tunas ilmu silahkan klik disini

(Visited 36 times, 1 visits today)